Rabu, 28 Oktober 2015

Penelitian



Pengertian Penelitian
·         Research (inggris) dan recherché (prancis).
-          Re (kembali).
-          To search (mencari).
·         Studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehinga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (T.Hillway)
·         Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997:5)

Pengertian Yang Salah Tentang Pengertian
1.      Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data).
2.      Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain.
3.      Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi.
4.      Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.

Pengertian Yang Benar Tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian
1.      Penelitian dimulai dengan dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
2.      Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
3.      Penelitian mengukuti rancangan prosedur yang spesifik.
4.      Penelitian biasanya diarahkan oleh permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.
5.      Penelitian diarahkanoleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.
6.      Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.
7.      Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.
8.      Penelitian adalah, secara alamiah, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya.

Hubungan Penelitian Dengan Perancangan
·         Menurut Zeisel (1981), peraancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu : imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge.
·         Perancangan/perencanaan/pengembangan, selai menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain.
·         Terhadap hasil perencanaan atau perancangan atau pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.


Ragam Penelitian Menurut Bidang Ilmu
·                Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan.
-          Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas (Matematika, Fisika, Kimia, Geofisika), Biologi dan Geografi.
-          Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain : ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian, ilmu ekonomi dan lain-lain.
·                Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research), menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya dibidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal:fisika).

Ragam Penelitian Menurut Bentuk Data
(kuantitatif atau kualitatif)

Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik).

Ragam Penelitian Menurut Pembentukan Ilmu

·                Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk.,1976:21)

Ragam Penelitian Menurut Paradigma Keilmuan
                    
Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu:
1.                  Positivisme
2.                  Rasionalisme
3.                  Fenomenologi

Penelitian Opini
Bila peneliti mencari pangdan atau persepsi oranh-prang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual).

Ragam Penelitian Menurut Strategi
·                Penelitian Opini
·                Penekitian Empiris
·                Penelitian Kearsipan
·                Penelitian Analitis

Penelitian Kearsipan
“Arsip” dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip yaitu: primer, sekunder dan fisik.

Penelitian Analitis
·           Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan.
·           Peneliti analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika.

Penelitian Menurut Para Pakar
1.      Hill Way. Diungkapkan dalam bukunya Introduction to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut.
2.      Parson. Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan dengan penelitian.
3.      Hadi Sutrisno. Mengungkapkan penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.
4.      Sukmadinata. Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses pengumpulan & analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
5.      Mohamad Ali. Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.
6.      Supadmoko. Penelitian merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.

Jenis-jenis Penelitian
1.     Jenis penelitian berdasarkan pendekatan
Penelitian adalah suatu proses mencari suatu kebenaran yang menghasilkan dalil atau hukum. Dalam hal lain bahwa penelitian merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Dalam permasalahan penelitian ini ada dua bentuk dalam teknik penelitian ini yaitu :
a). Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta, bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran objektif dan meggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan.
b). Penelitian Kualitatif
Penelitian dengan meggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah yang datanya bersifat kualitatif. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah tetapi penelitian yang bersifat alamiah. Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya.

2.     Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya
Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek. Secara umum dan mendasar dapat dibedakan menjadi 3 macam penelitian :
a.    Penelitian Dasar       
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research), yaitu penelitian yang diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik.
Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian atau keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang atau serta hubungan-hubungan. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah praktis, jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah tersebut.

b.           Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera pada keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan yang baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.
Penelitian terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktek-praktek yang ada. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu dekat atau secepatnya, karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.

c.    Penelitian Evaluatif
  Penelitian evaluatif (Evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, tau lembaga.

3. Jenis-Jenisn Penelitian Berdasarkan Tujuannya
a.  Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apadanya.
b. Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (predictive research) ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Dapat dilakukan melalui studi kecenderungan dengan melihat perkembangan melalui jangka waktu tertentu, pada saat ini atau pada saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya pada masa yang akan datang.
c. Penelitian Improftif
Penelitian improftif (improvetive reasearch) ditujukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program.
d. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar suatu fenomena untuk variabel. Penelitian eksplanatif mencoba untuk mencarai hubungan antar hal tersebut. Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan korelasional atau saling hubungan, sumbangan atau kontribusi suatu variabel terhadap variabel lainnya.

4.    Jenis penelitian berdasarkan sudut pandang

a.       Penelitian Dasar
      Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami masalah secara mendalam guna mendapatkan konsep baru ataupun mengevaluasi dan mengembangkan konsep yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini tidak memiliki kepraktisan dan menghasilkan teoritik sebagai landasan bagi penelitian terapan. Dengan kata lain penelitian dasar ialah penelitian yang diarahkan sekedar untuk memahami sesuatu secara mendalam tanpa bermaksud untuk menerapkannya atau didasarkan semata-mata hanya untuk mngetahuinya saja.
    Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan hukum – hukum. Pengetahuan umum ini merupakan alat untuk memecahkan masalah – masalah praktis dan penelitian murni tidak dibayang – bayangi oleh pertimbangan penggunaan dari penemuan tersebut untuk masyarakat, perhatian utamanya adalah kesinambungan dari integritas dari ilmu dan filosofis. Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang belumnya belum pernah diketahui.

b.      Penelitian Terapan
      Yaitu diarahkan untuk mendapatkan informasi guna mendapat pemecahan masalah penelitian yang bersifat fungsional dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan praktis yang timbul ataupun menghasilkan suatu produk yang memiliki fungsi praktis lainnya. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.
      Dari penelitian ini diperoleh hasil berupa pemaparan, latar belakang suatu masalah dan saran-saran tindakan (action) sebagai implementasi dari kesimpulan- kesimpulan yang dirumuskan si peneliti. Deskripsi terapan dalam penelitian pada dasarnya bersifat menerangkan. Penelitian terapan merupakan kegiatan alamiah untuk mengungkapkan gejala alam dan gejala sosial dalam kehidupan yang dipandang perlu diperbaiki karena memiliki berbagai kelemahan dengan menggunakan metode yang sistematis, teratur, tertib dan dapat dipertanggung jawabkan.

Ragam atau Teknik-Teknik Penelitian Ditinjau Dari Bidang Ilmu
·         Pendidikan
Penelitian ditinjau dari bidang ilmu pendidikan merupakan Ragam penelitian ditinjau dari bidang ilmu terhadap pendidikan. Secara umum, ilmu-ilmu pendidikan dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai  “penelitian dasar” (basic research) dan penelitian dasar merupakan “penelitian murni” (penelitian yang berkaitan dengan “ilmu murni”, contohnya: Fisika teori). sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan).
·         Agama
Penelitian ditinjau dari ilmu agama dapat dilakukan pada bentuk pengalaman dari ajaran agama tersebut, misalnya kita dapat meneliti tingkat keimanan dan ketaqwaan yang dianut masyarakat. Selain itu penelitian agama juga dapat dilakukan dalam upaya menggali ajaran-ajaran agama yang terdapat dalam kitab suci serta kemungkinan aplikasinya sesuai dengan perkembangan zaman.
·         Manajemen
Penelitian ilmu ditinjau dari ilmu manajemen merupakan suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
·         Komunikasi
Ilmu komunikasi merupakan penelitian ilmu yang dipahami melalui objek materi dan objek formal. Secara ontologis, Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view), yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi, Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia, dll.
·         Administrasi
Suatu proses penelitian yang dilakukan pada analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
·         Keteknikan
Penelitian ditinjau dari ilmu keteknikan penelitian yang dilaksanakan dalam bidang Mikro,makro dan pembangunan.
·         Bahasa
Penelitian ditinjau dari ilmu bahasa merupakan penelitian tentang pengetahuan sesuatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu.
·         Hukum
Penelitian  ditinjau dari ilmu hukum adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang hukum, seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum tatanegara dan hukum internasional.
·         Sejarah
Yaitu penelitian ditinjau dari ilmu sejarah dan penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah masa lalu. Data penelitian dapat diperoleh dari data primer (orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu), atau data sekunder atau dukumentasi-dukumentasi waktu itu.
·         Antropologi
Penelitian ditinjau dari ilmu antropologi merupakan penelitian menggunakan pendekatan-pendekatan yang telah dikaji secara empiris. Isinya adalah pendekatan kebudayaan dalam agama yang dikaji secara eksplisit dan implisit.
·         Sosiologi
Penelitian ditinjau dari ilmu sosiologi merupakan penelitian dan penyelidikan sosiologi yang diperoleh untuk perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial.
·         Filsafat
Filsafat merupakan sebuah proses dan bukan merupakan sebuah produk, sebab filsafat berarti upaya manusia untuk memahami sesuatu secara sistematis, radikal dan kritis. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.
Jadi penilitian ditinjau dari ilmu filsafat yaitu : filsafat Ilmu merupakan cabang dari filsafat yang secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu untuk mencapai suatu kebenaran. Metodologi penelitian adalah berarti Ilmu tentang metode. Sedang penelitian adalah penelitian adalah kegiatan mencari dan mengumpulkan data kemudian mengolah, menganalisa dan mengkaji data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif.
Tujuan penelitian filsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya, jika kebenaran yang sebenarnya itu disusun secara sistematis, jadilah ia sistematika filsafat, sistematika filsafat itu biasanya terbagi atas tiga cabang besar filsafat yaitu: teori pengetahuan, teori hakekat dan teori nilai.
Isi filsafat ditentukan oleh obyek apa yang dipikirkan, obyek yang difikirkan oleh filosof ialah segala yang ada dan yang mungkin ada. Jadi filsafat sebagai suatu proses berfikir bebas, sistematis, radkal dan mencapai dataran makna yang mempunyai cabang ontology, epistemologi dan aksiologi.
Menurut Jujun S. Suria Sumantri filsafat Ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu dan pengetahuan ilmiah. Sedangkan menurut tim Dosen filsafat Ilmu UGM, filsafat ilmu secara sistematis merupakan cabang dari rumpun kajian epistemologi. Epistemologi sendiri mempunyai dua cabang yaitu filsafat pengetahuan (theory of knowledge) dan filsafat Ilmu (theori of science) objek material filsafat pengetahuan yaitu gejala pengetahuan, sedang objek material filsafat yaitu mempelajari gejala-gejala Ilmu menurut sebab secara pokok.

Ragam atau Teknik Penelitian Ditinjau Dari Tempatnya
·         Penelitian Kepustakaan
Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku / majalah dan sumber data lainnya di dalam perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur, baik di perpustakaan maupun ditempat lainnya. Literatur yang dipergunakan tidak terbatas hanya pada buku ,tetapi juga berupa bahan-bahan dokumentasi, majalah, koran dan lain-lain. Berdasarkan sumber data tersebut, penelitian ini juga dapat disebut penelitian dokumentasi atau survey buku.
·         Penelitian Laboratorium
Adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat tertentu di dalam laboratorium yang biasanya bersifat eksperimen dimana dimungkinkan dilakukan pengontrolan terhadap pengaruh dari suatu faktor tertentu.
·         Penelitian Lapangan atau Penelitian Kancah (field research).
Adalah kegiatan penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, baik di lembaga-lebaga dan organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pemerintah, dengan jalan mendatangi rumah tangga, perusahaan dan tempat-tempat lainnya. Disamping itu juga, penelitian kancah dapat pula dilakukan terhadap objek-objek alam. Usaha pengumpulan datanya dilakukan langsung dengan cara wawancara dan observasi.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

UNSUR DASAR PENELITIAN
1. Konsep
Adalah :
-           Istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang dibentuk dengan
menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta-fakta yang diperoleh dari
pengamatan.
-           Generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk
menggambarkan berbagai fenomena yang sama ( Bungin, 2001:73 ).
-           Abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus ( Kerlinger,
1986:28 ).

2. Proposisi
Adalah Suatu pernyataan mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah melalui suatu fenomena yang diamati.

3. Teori
Adalah himpunan konstruk (konsep), definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.

4. Variabel
Adalah :
- Suatu konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan.
- Konsep tinggi rendah yang acuan-acuannya secara relatif mudah diidentifikasikan dan
   diobservasi serta mudah diklasifikasikan, diurut atau diukur ( Mayer, 1984:215 ).
- Bagian empiris dari sebuah konsep atau konstruk.
- Konsep dalam bentuk konkret atau konsep operasional.

5. Hipotesis
Adalah :
- Etimologis : hypo ( kurang ) - thesis ( pendapat )
- Pendapat / pernyataan yang masih belum tentu kebenarannya, masih harus diuji lebih
  dahulu dan bersifat sementara atau dugaan awal. Sering dikatakan sebagai “ Statement of
  theory in testable form “ atau “ Tentative statement about reality “ ( Champion, 1981:125 )
- Teori, proposisi yang belum terbukti, diterima secara tentatif untuk menjelaskan fakta-fakta  
  atau menyediakan dasar untuk melakukan investigasi dan menyatakan argumen (Webbster’s
  New World Dictionary, 1977 )
- Pernyataan yang menjembatani dunia teori yang dunia empiris.

6. Definisi Operasional
Adalah proses mengoperasionalisasikan konsep agar dapat diukur yang menghasilkan konstruk dan variabel beserta indikator-indikator pengukurannya. Mengoperasionalisasikan konsep dilakukan dengan menjelaskan konsep berdasarkan parameter atau indikator-indikatornya.


Sumber :