Pengertian Penelitian
·
Research (inggris) dan
recherché (prancis).
-
Re (kembali).
-
To search (mencari).
·
Studi yang dilakukan
seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu
masalah, sehinga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.
(T.Hillway)
·
Penelitian adalah suatu
proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban
terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan atau pemahaman
yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997:5)
Pengertian Yang Salah Tentang Pengertian
1. Penelitian
bukan hanya mengumpulkan informasi (data).
2. Penelitian
bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain.
3. Penelitian
bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi.
4. Penelitian
bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.
Pengertian Yang Benar Tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian
1. Penelitian
dimulai dengan dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
2. Penelitian
memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
3. Penelitian
mengukuti rancangan prosedur yang spesifik.
4. Penelitian
biasanya diarahkan oleh permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih
dapat dikelola.
5. Penelitian
diarahkanoleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang
spesifik.
6. Penelitian
menerima asumsi kritis tertentu.
7. Penelitian
memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi
permasalahan yang mengawali penelitian.
8. Penelitian
adalah, secara alamiah, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya.
Hubungan Penelitian Dengan Perancangan
·
Menurut Zeisel (1981),
peraancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu : imaging, presenting dan
testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge.
·
Perancangan/perencanaan/pengembangan,
selai menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga
mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan
kadang pertimbangan politis, dan lain-lain.
·
Terhadap hasil
perencanaan atau perancangan atau pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi
yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.
Ragam Penelitian Menurut Bidang Ilmu
·
Secara umum, ilmu-ilmu
dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan.
-
Termasuk kelompok ilmu
dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas
(Matematika, Fisika, Kimia, Geofisika), Biologi dan Geografi.
-
Kelompok ilmu terapan
meliputi antara lain : ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi
pertanian, ilmu ekonomi dan lain-lain.
·
Ilmu-ilmu dasar
dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar”
(basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research), menghasilkan
ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya dibidang fisika bangunan)
dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal:fisika).
Ragam Penelitian Menurut Bentuk Data
(kuantitatif atau kualitatif)
Macam penelitian dapat
pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif
atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka
yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif
adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan
matematika atau statistik).
Ragam Penelitian Menurut Pembentukan Ilmu
·
Ilmu dapat dibentuk lewat
penelitian induktif atau penelitian deduktif. Secara sederhana, penelitian
induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan
penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau
hipotesis (Buckley dkk.,1976:21)
Ragam
Penelitian Menurut Paradigma Keilmuan
Menurut Muhajir (1990),
terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu:
1.
Positivisme
2.
Rasionalisme
3.
Fenomenologi
Penelitian Opini
Bila
peneliti mencari pangdan atau persepsi oranh-prang terhadap suatu permasalahan,
maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan
kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau
individual).
Ragam Penelitian Menurut Strategi
·
Penelitian Opini
·
Penekitian Empiris
·
Penelitian Kearsipan
·
Penelitian Analitis
Penelitian Kearsipan
“Arsip” dalam hal
ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe
arsip yaitu: primer, sekunder dan fisik.
Penelitian Analitis
·
Terdapat problema
penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau
kearsipan.
·
Peneliti analitis
mendasarkan diri pada filsafat atau logika.
Penelitian Menurut Para Pakar
1. Hill Way. Diungkapkan dalam bukunya Introduction
to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode
studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta
yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan
masalah tersebut.
2. Parson. Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu
pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan
penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat
dipecahkan dengan penelitian.
3. Hadi Sutrisno. Mengungkapkan penelitian sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan
menggunakan metode ilmiah.
4. Sukmadinata. Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses
pengumpulan & analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara
sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
5. Mohamad Ali. Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk
memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari
bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan
secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.
6. Supadmoko. Penelitian merupakan suatu usaha yang
dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari
fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.
Jenis-jenis Penelitian
1. Jenis penelitian
berdasarkan pendekatan
Penelitian adalah suatu
proses mencari suatu kebenaran yang menghasilkan dalil atau hukum. Dalam hal
lain bahwa penelitian merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah
berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Dalam permasalahan penelitian
ini ada dua bentuk dalam teknik penelitian ini yaitu :
a). Penelitian
Kuantitatif
Penelitian kuantitatif
adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode
ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta, bebas prasangka,
menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran objektif
dan meggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan.
b). Penelitian
Kualitatif
Penelitian dengan
meggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah yang
datanya bersifat kualitatif. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah tetapi
penelitian yang bersifat alamiah. Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri
tertentu yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya.
2. Jenis Penelitian
Berdasarkan Fungsinya
Secara umum penelitian
mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan
memperbaiki praktek. Secara umum dan mendasar dapat dibedakan menjadi 3 macam
penelitian :
a. Penelitian Dasar
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian
murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research), yaitu penelitian yang diarahkan pada
pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya
untuk kepentingan praktik.
Penelitian dasar atau
penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian atau
keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa
memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah
pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang atau serta
hubungan-hubungan. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah
praktis, jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah
tersebut.
b.
Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan
praktis, penerapan, dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh
penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan adalah penyelidikan
yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan
tujuan untuk digunakan dengan segera pada keperluan tertentu. Hasil penelitian
tidak perlu sebagai suatu penemuan yang baru, tetapi merupakan aplikasi baru
dari penelitian yang telah ada.
Penelitian terapan
memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk
memperbaiki praktek-praktek yang ada. Penelitian terapan diharapkan hasilnya
diperoleh dalam waktu dekat atau secepatnya, karena bila penelitiannya cukup
lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.
c. Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif (Evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu
unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil
kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, tau lembaga.
3. Jenis-Jenisn Penelitian Berdasarkan Tujuannya
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk
mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Dalam studi
ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan
tertentu terhadap objek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan
seperti apadanya.
b. Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (predictive research) ditujukan untuk
memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat
yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Dapat dilakukan
melalui studi kecenderungan dengan melihat perkembangan melalui jangka waktu
tertentu, pada saat ini atau pada saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya
pada masa yang akan datang.
c. Penelitian Improftif
Penelitian improftif (improvetive reasearch) ditujukan untuk
memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau
pelaksanaan suatu program.
d. Penelitian
Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk
memberikan penjelasan tentang hubungan antar suatu fenomena untuk variabel.
Penelitian eksplanatif mencoba untuk mencarai hubungan antar hal tersebut.
Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan korelasional atau saling hubungan,
sumbangan atau kontribusi suatu variabel terhadap variabel lainnya.
4.
Jenis penelitian berdasarkan sudut pandang
a.
Penelitian Dasar
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami
masalah secara mendalam guna mendapatkan konsep baru ataupun mengevaluasi dan
mengembangkan konsep yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini tidak memiliki
kepraktisan dan menghasilkan teoritik sebagai landasan bagi penelitian terapan.
Dengan kata lain penelitian dasar ialah penelitian yang diarahkan sekedar untuk
memahami sesuatu secara mendalam tanpa bermaksud untuk menerapkannya atau didasarkan semata-mata hanya untuk mngetahuinya saja.
Hasil
dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan hukum – hukum. Pengetahuan
umum ini merupakan alat untuk memecahkan masalah – masalah praktis dan
penelitian murni tidak dibayang – bayangi oleh pertimbangan penggunaan dari
penemuan tersebut untuk masyarakat, perhatian utamanya adalah kesinambungan
dari integritas dari ilmu dan filosofis. Jujun S. Suriasumantri (1985)
menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan
menemukan pengetahuan baru yang belumnya belum pernah diketahui.
b. Penelitian Terapan
Yaitu diarahkan untuk
mendapatkan informasi guna mendapat pemecahan masalah penelitian yang bersifat
fungsional dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan praktis yang timbul
ataupun menghasilkan suatu produk yang memiliki fungsi praktis lainnya.
Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan
mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan
masalah-masalah praktis.
Dari penelitian ini
diperoleh hasil berupa pemaparan, latar belakang suatu masalah dan saran-saran
tindakan (action) sebagai
implementasi dari kesimpulan- kesimpulan yang dirumuskan si peneliti. Deskripsi
terapan dalam penelitian pada dasarnya bersifat menerangkan. Penelitian terapan
merupakan kegiatan alamiah untuk mengungkapkan gejala alam dan gejala sosial
dalam kehidupan yang dipandang perlu diperbaiki karena memiliki berbagai
kelemahan dengan menggunakan metode yang sistematis, teratur, tertib dan dapat
dipertanggung jawabkan.
Ragam atau Teknik-Teknik Penelitian Ditinjau Dari Bidang Ilmu
·
Pendidikan
Penelitian ditinjau dari
bidang ilmu pendidikan merupakan Ragam penelitian ditinjau dari bidang ilmu terhadap
pendidikan. Secara umum, ilmu-ilmu pendidikan dapat dibedakan antara ilmu-ilmu
dasar dan ilmu-ilmu terapan. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian
yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research) dan
penelitian dasar merupakan “penelitian murni” (penelitian yang berkaitan dengan
“ilmu murni”, contohnya: Fisika teori). sedangkan penelitian terapan (applied
research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di
bidang fisika bangunan).
·
Agama
Penelitian ditinjau dari
ilmu agama dapat dilakukan pada bentuk pengalaman dari ajaran agama tersebut,
misalnya kita dapat meneliti tingkat keimanan dan ketaqwaan yang dianut
masyarakat. Selain itu penelitian agama juga dapat dilakukan dalam upaya
menggali ajaran-ajaran agama yang terdapat dalam kitab suci serta kemungkinan
aplikasinya sesuai dengan perkembangan zaman.
·
Manajemen
Penelitian ilmu ditinjau
dari ilmu manajemen merupakan suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan
tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
·
Komunikasi
Ilmu komunikasi
merupakan penelitian ilmu yang dipahami melalui objek materi dan objek formal.
Secara ontologis, Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu
yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi
sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Sementara
objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of
view), yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Contoh
relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi,
Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia,
dll.
·
Administrasi
Suatu proses penelitian
yang dilakukan pada analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar,
sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
·
Keteknikan
Penelitian ditinjau dari
ilmu keteknikan penelitian yang dilaksanakan dalam bidang Mikro,makro dan
pembangunan.
·
Bahasa
Penelitian ditinjau dari
ilmu bahasa merupakan penelitian tentang pengetahuan sesuatu bidang yang
disusun secara sistematis menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk
menerangkan gejala tertentu.
·
Hukum
Penelitian
ditinjau dari ilmu hukum adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang
hukum, seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum tatanegara dan hukum
internasional.
·
Sejarah
Yaitu penelitian
ditinjau dari ilmu sejarah dan penelitian yang berkenaan dengan analisis yang
logis terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk
merekonstruksi sejarah masa lalu. Data penelitian dapat diperoleh dari data
primer (orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu), atau data sekunder
atau dukumentasi-dukumentasi waktu itu.
·
Antropologi
Penelitian ditinjau dari
ilmu antropologi merupakan penelitian menggunakan pendekatan-pendekatan yang
telah dikaji secara empiris. Isinya adalah pendekatan kebudayaan dalam agama
yang dikaji secara eksplisit dan implisit.
·
Sosiologi
Penelitian ditinjau dari
ilmu sosiologi merupakan penelitian dan penyelidikan sosiologi yang diperoleh
untuk perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial.
·
Filsafat
Filsafat merupakan
sebuah proses dan bukan merupakan sebuah produk, sebab filsafat berarti upaya manusia
untuk memahami sesuatu secara sistematis, radikal dan kritis. Jadi secara
sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai
dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.
Jadi penilitian ditinjau
dari ilmu filsafat yaitu : filsafat Ilmu merupakan cabang dari filsafat yang
secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu untuk mencapai suatu kebenaran.
Metodologi penelitian adalah berarti Ilmu tentang metode. Sedang penelitian
adalah penelitian adalah kegiatan mencari dan mengumpulkan data kemudian
mengolah, menganalisa dan mengkaji data yang dilakukan secara sistematis dan
obyektif.
Tujuan penelitian
filsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya, jika kebenaran yang
sebenarnya itu disusun secara sistematis, jadilah ia sistematika filsafat,
sistematika filsafat itu biasanya terbagi atas tiga cabang besar filsafat
yaitu: teori pengetahuan, teori hakekat dan teori nilai.
Isi filsafat ditentukan
oleh obyek apa yang dipikirkan, obyek yang difikirkan oleh filosof ialah segala
yang ada dan yang mungkin ada. Jadi filsafat sebagai suatu proses berfikir
bebas, sistematis, radkal dan mencapai dataran makna yang mempunyai cabang
ontology, epistemologi dan aksiologi.
Menurut Jujun S. Suria
Sumantri filsafat Ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat
pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu dan pengetahuan ilmiah.
Sedangkan menurut tim Dosen filsafat Ilmu UGM, filsafat ilmu secara sistematis
merupakan cabang dari rumpun kajian epistemologi. Epistemologi sendiri mempunyai
dua cabang yaitu filsafat pengetahuan (theory of knowledge) dan filsafat Ilmu
(theori of science) objek material filsafat pengetahuan yaitu gejala
pengetahuan, sedang objek material filsafat yaitu mempelajari gejala-gejala
Ilmu menurut sebab secara pokok.
Ragam atau Teknik Penelitian Ditinjau Dari Tempatnya
·
Penelitian Kepustakaan
Adalah penelitian yang
dilakukan dengan cara membaca buku / majalah dan sumber data lainnya di dalam
perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai
literatur, baik di perpustakaan maupun ditempat lainnya. Literatur yang
dipergunakan tidak terbatas hanya pada buku ,tetapi juga berupa bahan-bahan
dokumentasi, majalah, koran dan lain-lain. Berdasarkan sumber data tersebut,
penelitian ini juga dapat disebut penelitian dokumentasi atau survey buku.
·
Penelitian Laboratorium
Adalah penelitian yang
dilakukan dengan menggunakan alat tertentu di dalam laboratorium yang biasanya
bersifat eksperimen dimana dimungkinkan dilakukan pengontrolan terhadap pengaruh
dari suatu faktor tertentu.
·
Penelitian Lapangan atau Penelitian Kancah (field research).
Adalah kegiatan
penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, baik di
lembaga-lebaga dan organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pemerintah, dengan
jalan mendatangi rumah tangga, perusahaan dan tempat-tempat lainnya. Disamping
itu juga, penelitian kancah dapat pula dilakukan terhadap objek-objek alam.
Usaha pengumpulan datanya dilakukan langsung dengan cara wawancara dan
observasi.
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian
adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku
suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu
cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis
untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang
sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan
jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai
aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang
mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan
profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya
adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia
yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya
menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
UNSUR DASAR PENELITIAN
1. Konsep
Adalah :
- Istilah
yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang dibentuk dengan
menggeneralisasikan
objek atau hubungan fakta-fakta yang diperoleh dari
pengamatan.
- Generalisasi
dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk
menggambarkan berbagai
fenomena yang sama ( Bungin, 2001:73 ).
- Abstraksi
yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus ( Kerlinger,
1986:28 ).
2. Proposisi
Adalah Suatu pernyataan
mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah melalui suatu fenomena
yang diamati.
3. Teori
Adalah himpunan konstruk
(konsep), definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang
gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan
meramalkan gejala tersebut.
4. Variabel
Adalah :
- Suatu konstruk yang sifat-sifatnya sudah
diberi nilai dalam bentuk bilangan.
- Konsep tinggi rendah yang acuan-acuannya
secara relatif mudah diidentifikasikan dan
diobservasi
serta mudah diklasifikasikan, diurut atau diukur ( Mayer, 1984:215 ).
- Bagian empiris dari sebuah konsep atau
konstruk.
- Konsep dalam bentuk konkret atau konsep
operasional.
5. Hipotesis
Adalah :
- Etimologis : hypo ( kurang ) - thesis (
pendapat )
- Pendapat / pernyataan yang masih belum tentu
kebenarannya, masih harus diuji lebih
dahulu
dan bersifat sementara atau dugaan awal. Sering dikatakan sebagai “ Statement
of
theory
in testable form “ atau “ Tentative statement about reality “ ( Champion,
1981:125 )
- Teori, proposisi yang belum terbukti, diterima
secara tentatif untuk menjelaskan fakta-fakta
atau
menyediakan dasar untuk melakukan investigasi dan menyatakan argumen (Webbster’s
New
World Dictionary, 1977 )
- Pernyataan yang menjembatani dunia teori yang
dunia empiris.
6. Definisi Operasional
Adalah proses
mengoperasionalisasikan konsep agar dapat diukur yang menghasilkan konstruk dan
variabel beserta indikator-indikator pengukurannya. Mengoperasionalisasikan
konsep dilakukan dengan menjelaskan konsep berdasarkan parameter atau
indikator-indikatornya.
Sumber :
http://kikimathfamily13.blogspot.co.id/2013/03/macam-macam-penelitian-secara-umum.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar