Minggu, 26 Maret 2017

BIG DATA


Teknologi Big Data adalah manajemen aset informasi dengan volume tinggi, kecepatan tinggi dan kompleks yang membantu perusahaan mengelola data dengan biaya efektif dan mendorong inovasi pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan dan peningkatan pengetahuan atau wawasan. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun eksisting untuk memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Namun pengolahan data dengan ukuran dan kompleksitas besar tetap sekedar solusi teknologi kecuali jika dikaitkan dengan tujuan bisnis. Hal terpenting dari Big Data bukanlah sekedar kemampuan teknis untuk mengolah data melainkan manfaat yang dapat disadari oleh perusahaan dengan menggunakan Big Data Analytics Terminologi Big Data diyakini berasal dari perusahaan pencarian web yang mengolah data dengana gregasi yang terdistribusi sangat besar dan tidak terstruktur.

Sejarah Big Data
Istilah Big Data masih terbilang baru dan sering disebut sebagai tindakan pengumpulan dan penyimpanan informasi yang besar untuk analisis. Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya:
1)      Volume Organisasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin. Di masa lalu, aktivitas semacam ini menjadi masalah, namun dengan adanya teknologi baru (seperti Hadoop) bisa meredakan masalah ini.
2)      Kecepatan Aliran data harus ditangani dengan secara cepat dan tepat bisa melalui hardware maupun software. Teknologi hardware seperti tag RFID, sensor pintar lainnya juga dibutuhkan untuk menangani data yang real-time.
3)      Variasi Data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain.
Selain tiga bagian penting tersebut, para peneliti Big Data juga menambah bagian yang termasuk penting lainnya seperti variabilitas dan kompleksitas.
1)      Variabilitas 
Selain kecepatan pengumpulan data yang meningkat dan variasi data yang semakin beraneka ragam, arus data kadang tidak konsisten dalam periode tertentu. Salah satu contohnya adalah hal yang sedang tren di media sosial. Periodenya bisa harian, musiman, dipicu peristiwa dadakan dan lain-lain. Beban puncak data dapat menantang untuk analis Big Data, bahkan dengan data yang tidak terstruktur.
2)      Kompleksitas
Hari ini, data berasal dari berbagai sumber sehingga cukup sulit untuk menghubungkan, mencocokan, membersihkan dan mengubah data di seluruh sistem. Namun, Big Data sangat dibutuhkan untuk memiliki korelasi antar data, hierarki dan beberapa keterkaitan data lainnya atau data yang acak.

Pentignya Big Data     
Analisis Big Data membantu organisasi memanfaatkan data dan menggunakannya untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru. Yang pada gilirannya menyebabkan bisnis bergerak lebih cerdas dan cepat karena didukung oleh operasional yang lebih efisien, yang pada akhirnya mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dan pelanggan lebih senang tentunya.
Dalam laporan yang ditulis oleh Tom Davenport (Direktur Riset IIA) setelah ia mewawancarai lebih dari 50 usaha untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Big Data. Ia menemukan mereka mendapatkan manfaat penting sebagai berikut :
1)      Penghematan biaya, Teknologi analisis Big data seperti hadoop dan analisis berbasis cloud membawa pengurangan biaya yang signifikan dalam hal untuk menyimpan data set dalam jumlah besar, selain mereka dapat mengidentifikasi cara-cara yang lebih efisien dalam melakukan bisnis.
2)      Lebih cepat dan baik dalam pengambilan keputusan, dengan kecepatan teknologi big data seperti Hadoop dalam melakukan analisis dengan dikombinasikan dengan kemampuan untuk menganalisis berbagai macam sumber data baru, membuat bisnis mampu menganalisis informasi dengan cepat dan membuat keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut.
3)      Melahirkan produk dan pelayanan baru, dengan kemampuan mengukur kebutuhan dan kepuasan pelanggan mendatangkan keunggulan dari bisnis untuk menciptakan produk dan layanan baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.
Dengan 3 manfaat penting tersebut akan membantu bisnis mencapai tujuan/goal utama dalam meningkatkan keuntungan demi kemajuan bisnisnya.

Contoh Kasus Big Data
1)      Laporan dari TomTom menunjukkan Mexico City memiliki kemacetan paling parah di dunia, para pengemudi di sana harus menghabiskan 59 persen waktu perjalanan ekstra terjebak di dalam kemacetan yang dapat melonjak menjadi 103 persen di jam sibuk malam hari, dengan waktu perjalanan ekstra mencapai 219 persen per tahun.
Tapi video analitik modern yang memanfaatkan big data dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Dengan informasi lengkap yang dapat diberikan oleh big data, keputusan manajemen lalu lintas yang lebih efisien dapat diambil, dan ini bisa membuat jalanan kita lebih aman dan lebih mudah untuk dilewati. Dalam sebuah kasus studi baru, Intel memberi contoh kota Zhejing di Tiongkok yang menggunakan big data untuk mengurai kemacetan kotanya. Walaupun laporannya merujuk pada data dalam berbagai bentuk, aplikasinya dapat dinilai dalam kasus video data saja.
Ada tiga tantangan utama dalam hal ini—sistem manajemen lalu lintas harus memungkinkan manajemen terpusat dari lalu lintas data, mengoptimalan penggunaan data yang besar, dan meningkatkan arus lalu lintas di seluruh kota. Tapi dengan menggunakan pusat data yang tergabung dan sarana lain yang serupa, mengendalikan kemacetan bukan sesuatu yang mustahil.Dalam buku putih yang membahas topik serupa, Frost & Sulivan menjelaskan bagaimana video bisa menjadi keuntungan ketika mencoba mengelola lalu lintas. 
“Video intelijen juga dapat memperbaiki manajemen transportasi dengan memberikan manajer sistem visibilitas di seluruh kota dalam seluruh jaringan transportasi untuk meningkatkan respons insiden,” kata Brian Cotton dalam laporan tersebut. “Video intelijen juga dapat membantu personel mengevaluasi pola lalu lintas, mengelola transit publik secara dinamis, membantu mengurai kemacetan, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan para komuter.”  Dengan big data untuk mengelola lalu lintas, banyak sistem atau departemen dapat bekerja bersama untuk memproses informasi yang dikumpulkan melalui berbagai sensor berbeda. Hal ini akan membantu pihak berwenang mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola lalu lintas. 
2)  Contoh Lain Big Data, Berupa data yang berukuran hingga petabytes (1,024 terabytes) atau exabytes (1,024 petabytes), seperti milyaran hingga triliunan catatan personal orang yang semuanya berasal dari sumber berbeda seperti web, sales, customer service, social media, data mobile dan sebagainya. Data-data ini biasanya tidak terstruktur, sering tidak lengkap dan tidak dapat diakses. Pada saat berhadapan dengan kelompok data yang lebih besar, perusahaan menghadapi kesulitan membuat, memanipulasi dan mengelola Big Data. Big Data sesungguhnya masalah dalaman alisis bisnis karena tools dan prosedur standar tidak didesain untuk mencari dan menganalisa kumpulan data yang massive.

Sumber :
http://noviardisyamsuir.blogspot.co.id/2016/04/analisis-big-data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar