Rabu, 12 April 2017

K3 Pada Perusahaan PT. Petrokimia Gresik


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting dalam setiap pekerjaan yang dilakukan di PT. Petrokimia Gresik, agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat dan berbudaya K3. Komitmen ini  tercermin dalam penempatan “Keselamatan dan Kesehatan Kerja” di urutan pertama Budaya Perusahaan (5 Tata Nilai).
1.         Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasional.
2.         Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan pelanggan.
3.         Meningkatkan inovasi untuk memenangkan bisnis
4.         Mengutamakan integritas di atas segala hal.
5.         Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergistik. 
Sebagai  penerapan aspek utama dalam setiap pertimbangan pelaksanaan pekerjaan di PT Petrokimia Gresik, K3 tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian “Operation Excellence” yang menjadi cita-cita setiap perusahaan. Berbagai program kerja peningkatan digalakkan demi tercapainya “Health, Safety, Environmental (HSE) Excellence” sebagai faktor pendukung penerapan “Operation Excellence” di PT Petrokimia Gresik. 
Dengan profil jumlah pekerja di atas 3 ribu orang , luas area 450 ha, dan memiliki 21 plant per 2013, usaha pencapaian tujuan “HSE (Health, Safety, Environmental) Excellence” yang mendapat dukungan penuh dari  manajemen puncak ini menjadi program prioritas perusahaan. 
Komitmen Manajemen Puncak dalam hal penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja tertuang dalam integrasi sistem manajemen dalam bentuk  “Kebijakan Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik”, sebagaimana tercantum di bawah ini. 

Kebijakan Sistem Manajemen PT. Petrokimia Gresik
PT Petrokimia Gresik bertekad menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen dengan kinerja unggul dan berkelanjutan, melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara terintegrasi dengan komitmen :
1.      Menjamin kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk pupuk, produk kimia dan jasa tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat tempat, tepatwaktu, dan tepat harga.
2.      Mencegah pencemaran lingkungan signifikan dengan mengendalikan emisi udara, limbah cair, limbah padat dan kebisingan serta menerapkan Reduce, Recycle, dan Reuse (3R).
3.      Mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta kerusakan sarana dan prasarana dengan mengendalikan potensi bahaya sehingga tercipta budaya dan sistem kerja yang aman.
4.      Mentaati dan mematuhi Peraturan Perundangan dan persyaratan lainnya yang berlaku; tanggap terhadap isu-isu K3, lingkungan global dan konservasi sumber daya alam; menerapkan Responsible Care dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Kebijaksanaan ini dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, rekanan, pemasok dan pemangku kepentingan lainnya untuk dipahami dan keefektifannya ditinjau secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.


Minggu, 26 Maret 2017

BIG DATA


Teknologi Big Data adalah manajemen aset informasi dengan volume tinggi, kecepatan tinggi dan kompleks yang membantu perusahaan mengelola data dengan biaya efektif dan mendorong inovasi pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan dan peningkatan pengetahuan atau wawasan. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun eksisting untuk memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Namun pengolahan data dengan ukuran dan kompleksitas besar tetap sekedar solusi teknologi kecuali jika dikaitkan dengan tujuan bisnis. Hal terpenting dari Big Data bukanlah sekedar kemampuan teknis untuk mengolah data melainkan manfaat yang dapat disadari oleh perusahaan dengan menggunakan Big Data Analytics Terminologi Big Data diyakini berasal dari perusahaan pencarian web yang mengolah data dengana gregasi yang terdistribusi sangat besar dan tidak terstruktur.

Sejarah Big Data
Istilah Big Data masih terbilang baru dan sering disebut sebagai tindakan pengumpulan dan penyimpanan informasi yang besar untuk analisis. Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya:
1)      Volume Organisasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin. Di masa lalu, aktivitas semacam ini menjadi masalah, namun dengan adanya teknologi baru (seperti Hadoop) bisa meredakan masalah ini.
2)      Kecepatan Aliran data harus ditangani dengan secara cepat dan tepat bisa melalui hardware maupun software. Teknologi hardware seperti tag RFID, sensor pintar lainnya juga dibutuhkan untuk menangani data yang real-time.
3)      Variasi Data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain.
Selain tiga bagian penting tersebut, para peneliti Big Data juga menambah bagian yang termasuk penting lainnya seperti variabilitas dan kompleksitas.
1)      Variabilitas 
Selain kecepatan pengumpulan data yang meningkat dan variasi data yang semakin beraneka ragam, arus data kadang tidak konsisten dalam periode tertentu. Salah satu contohnya adalah hal yang sedang tren di media sosial. Periodenya bisa harian, musiman, dipicu peristiwa dadakan dan lain-lain. Beban puncak data dapat menantang untuk analis Big Data, bahkan dengan data yang tidak terstruktur.
2)      Kompleksitas
Hari ini, data berasal dari berbagai sumber sehingga cukup sulit untuk menghubungkan, mencocokan, membersihkan dan mengubah data di seluruh sistem. Namun, Big Data sangat dibutuhkan untuk memiliki korelasi antar data, hierarki dan beberapa keterkaitan data lainnya atau data yang acak.

Pentignya Big Data     
Analisis Big Data membantu organisasi memanfaatkan data dan menggunakannya untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru. Yang pada gilirannya menyebabkan bisnis bergerak lebih cerdas dan cepat karena didukung oleh operasional yang lebih efisien, yang pada akhirnya mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dan pelanggan lebih senang tentunya.
Dalam laporan yang ditulis oleh Tom Davenport (Direktur Riset IIA) setelah ia mewawancarai lebih dari 50 usaha untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Big Data. Ia menemukan mereka mendapatkan manfaat penting sebagai berikut :
1)      Penghematan biaya, Teknologi analisis Big data seperti hadoop dan analisis berbasis cloud membawa pengurangan biaya yang signifikan dalam hal untuk menyimpan data set dalam jumlah besar, selain mereka dapat mengidentifikasi cara-cara yang lebih efisien dalam melakukan bisnis.
2)      Lebih cepat dan baik dalam pengambilan keputusan, dengan kecepatan teknologi big data seperti Hadoop dalam melakukan analisis dengan dikombinasikan dengan kemampuan untuk menganalisis berbagai macam sumber data baru, membuat bisnis mampu menganalisis informasi dengan cepat dan membuat keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut.
3)      Melahirkan produk dan pelayanan baru, dengan kemampuan mengukur kebutuhan dan kepuasan pelanggan mendatangkan keunggulan dari bisnis untuk menciptakan produk dan layanan baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.
Dengan 3 manfaat penting tersebut akan membantu bisnis mencapai tujuan/goal utama dalam meningkatkan keuntungan demi kemajuan bisnisnya.

Contoh Kasus Big Data
1)      Laporan dari TomTom menunjukkan Mexico City memiliki kemacetan paling parah di dunia, para pengemudi di sana harus menghabiskan 59 persen waktu perjalanan ekstra terjebak di dalam kemacetan yang dapat melonjak menjadi 103 persen di jam sibuk malam hari, dengan waktu perjalanan ekstra mencapai 219 persen per tahun.
Tapi video analitik modern yang memanfaatkan big data dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Dengan informasi lengkap yang dapat diberikan oleh big data, keputusan manajemen lalu lintas yang lebih efisien dapat diambil, dan ini bisa membuat jalanan kita lebih aman dan lebih mudah untuk dilewati. Dalam sebuah kasus studi baru, Intel memberi contoh kota Zhejing di Tiongkok yang menggunakan big data untuk mengurai kemacetan kotanya. Walaupun laporannya merujuk pada data dalam berbagai bentuk, aplikasinya dapat dinilai dalam kasus video data saja.
Ada tiga tantangan utama dalam hal ini—sistem manajemen lalu lintas harus memungkinkan manajemen terpusat dari lalu lintas data, mengoptimalan penggunaan data yang besar, dan meningkatkan arus lalu lintas di seluruh kota. Tapi dengan menggunakan pusat data yang tergabung dan sarana lain yang serupa, mengendalikan kemacetan bukan sesuatu yang mustahil.Dalam buku putih yang membahas topik serupa, Frost & Sulivan menjelaskan bagaimana video bisa menjadi keuntungan ketika mencoba mengelola lalu lintas. 
“Video intelijen juga dapat memperbaiki manajemen transportasi dengan memberikan manajer sistem visibilitas di seluruh kota dalam seluruh jaringan transportasi untuk meningkatkan respons insiden,” kata Brian Cotton dalam laporan tersebut. “Video intelijen juga dapat membantu personel mengevaluasi pola lalu lintas, mengelola transit publik secara dinamis, membantu mengurai kemacetan, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan para komuter.”  Dengan big data untuk mengelola lalu lintas, banyak sistem atau departemen dapat bekerja bersama untuk memproses informasi yang dikumpulkan melalui berbagai sensor berbeda. Hal ini akan membantu pihak berwenang mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola lalu lintas. 
2)  Contoh Lain Big Data, Berupa data yang berukuran hingga petabytes (1,024 terabytes) atau exabytes (1,024 petabytes), seperti milyaran hingga triliunan catatan personal orang yang semuanya berasal dari sumber berbeda seperti web, sales, customer service, social media, data mobile dan sebagainya. Data-data ini biasanya tidak terstruktur, sering tidak lengkap dan tidak dapat diakses. Pada saat berhadapan dengan kelompok data yang lebih besar, perusahaan menghadapi kesulitan membuat, memanipulasi dan mengelola Big Data. Big Data sesungguhnya masalah dalaman alisis bisnis karena tools dan prosedur standar tidak didesain untuk mencari dan menganalisa kumpulan data yang massive.

Sumber :
http://noviardisyamsuir.blogspot.co.id/2016/04/analisis-big-data.

Jumat, 01 April 2016

K3 pada PT.Kangean Energy Indonesia

1. Profil Perusahaan yang dituju (PT. Kangean Energy Indonesia)
Kangean Energy Indonesia Ltd merupakan industry yang bergerak di bidang gas bumi, produksi gas bumi sendiri dilakukan di pulau Pagerungan Besar yang secara administrasi masuk ke dalam pemerintahan Sumenep, Kangean Energy Indonesia memiliki beberapa struktur organisasi, salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas kebijakan K3 adalah departemen SHE (Safety Health and Environment). Departemen ini bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan para pekerja di lapangan dan bagaimana menjaga lingkungan sekitar. Departemen ini membuat aturan yang sangat sederhana yakni para pekerja tidak saling mencedarai, no accident, tidak ada pencurian material maupun produksi, dan dapat menjaga lingkungan sekitar. Seluruh stakeholder KEI, baik lokal maupun nonlokal diwajibkan mengikuti aturan SHE ini.
Beberapa program SHE yang berkaitan dengan K3 adalah:
a.       STOP
b.      Fire Brigade
c.       JSA (Job Safety Analysis)

· STOP ·
Dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja, Kangean Energy Indonesia Ltd. menggunakan program STOP. STOP adalah singkatan dari Safety Training Observation Program yaitu program pelatihan keselamatan kerja. Tujuannya adalah untuk menolong para pekerja dan karyawan dalam pencegahan kecelakaan kerja.
STOP didasari oleh prinsip – prinsip safety yang tertera pada penjelasan di bawah ini:
1.      Semua cidera dan penyakit akibat kerja dapat dicegah.
2.      Safety adalah tanggung jawab semua orang.
3.      Manajemen bertanggung jawab untuk mencegah kerja.
4.      Semua paparan kegiatan konstruksi dan operasi mempunyai resiko dan dapat dijaga keamanannya sampai batas tertentu.
5.      Audit manajemen merupakan keharusan.
6.      Melatih karyawan untuk bekerja secara aman merupakan hal penting.
7.      Mencegah cidera dan kecelakaan turut mendukung suksesnya bisnis.
8.      Mendorong keselamatan diri di luar tempat kerja untuk semua orang.

Penerapan program STOP di lapangan dilakukan dengan saling mengingatkan antara karyawan tentang safety dalam bekerja. Selain itu setiap karyawan diwajibkan untuk menulis segala aktivitas yang tidak sesuai dengan prinsip safety di selembar kartu yang dinamakan STOP CARD. Tindakan yang sesuai prinsip safety dalam bekerja pun akan mendapat apresiasi tinggi dari perusahaan.
Dalam setiap pekerjaan yang berada pada lingkungan kerja wajib menggunakan alat pengaman diri atau personal protection equipment. Alat pengaman diri yang standard digunakan antara lain:
1.      Coverall
2.      Safety Glasses
3.      Safety Helmet
4.      Safety Shoes
5.      Safety Hand Gloves
6.      Ear Plug
7.      Respirator atau SCBA (alat pelindung pernapasan)

2. Penyebab kecelakaan kerja di perusahaan (PT. Kangean Energy Indonesia)
1)      Kurangnya kesadaran.
Maksudnya adalah perusahaan telah menganjurkan pegawainya untuk memakai peralatan safety akan tetapi pegawainya tidak menghiraukan perintah tersebut.
2)      Kurangnya kepatuhan.
Maksudnya adalah perusahaan telah membuat berbagai macam aturan yang telah ditetapkan tetapi tidak dipatuhi oleh pegawainya sehingga menimbulkan penyebab kecelakaan kerja.
3)      Faktor manusia atau personal.
Misalnya kurang kemampuan fisik, mental dan psikologi serta kurangnya pengetahuan dan skill. Stres juga merupakan salah satu penyebab dari kecelakaan kerja dan yang terakhir mengenai latar belakang pendidikan. Orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung berpikir lebih panjang atau dalam memandang sesuatu pekerjaan akan melihat dari berbagai segi misalnya dari segi keamanan alat dan segi keamanan diri. Lain halnya dengan orang yang berpendidikan lebih rendah cenderung akan berpikir lebih pendek atau bisa dikatakan ceroboh dalam bertindak. Misalnya dalam melakukan pekerjaan yang sangat beresiko tetapi tidak menggunakan peralatan safety dengan benar. Hal ini tentunya sangat dapat menimbulkan kecelakaan kerja.
4)      Unsur material
Adanya bahan beracun atau mudah terbakar, serta adanya bahan yang mengandung korosif sehingga hal tersebut bisa menggangu sistem pernapasan dan penglihatan.

5. Saran mengenai K3
1)      Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan, karena sakit dan kelamatan kerja akan menimbulkan kerugian ekonomi (lost benefit) suatu perusahaan. Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola semaksimal mungkin bukan saja oleh tenaga kesehatan tetapi oleh seluruh masyarakat.

2)      Jaminan keselamatan karyawan yang sudah ada sekarang ini sebaiknya harus lebih ditingkatkan lagi, seperti jaminan kepada keluarga karyawan agar karyawan merasa nyaman, aman dan tenang dalam menjalankan pekerjaan guna mencapai produktivitas kerja karyawan yang efektif dan efisien.

Rabu, 28 Oktober 2015

Penelitian



Pengertian Penelitian
·         Research (inggris) dan recherché (prancis).
-          Re (kembali).
-          To search (mencari).
·         Studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehinga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. (T.Hillway)
·         Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena (Leedy, 1997:5)

Pengertian Yang Salah Tentang Pengertian
1.      Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data).
2.      Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain.
3.      Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi.
4.      Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.

Pengertian Yang Benar Tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian
1.      Penelitian dimulai dengan dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.
2.      Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.
3.      Penelitian mengukuti rancangan prosedur yang spesifik.
4.      Penelitian biasanya diarahkan oleh permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.
5.      Penelitian diarahkanoleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.
6.      Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.
7.      Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.
8.      Penelitian adalah, secara alamiah, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya.

Hubungan Penelitian Dengan Perancangan
·         Menurut Zeisel (1981), peraancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu : imaging, presenting dan testing, sedangkan imaging dilakukan berdasar empirical knowledge.
·         Perancangan/perencanaan/pengembangan, selai menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain.
·         Terhadap hasil perencanaan atau perancangan atau pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.


Ragam Penelitian Menurut Bidang Ilmu
·                Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan.
-          Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas (Matematika, Fisika, Kimia, Geofisika), Biologi dan Geografi.
-          Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain : ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian, ilmu ekonomi dan lain-lain.
·                Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai “penelitian dasar” (basic research), sedangkan penelitian terapan (applied research), menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya dibidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal:fisika).

Ragam Penelitian Menurut Bentuk Data
(kuantitatif atau kualitatif)

Macam penelitian dapat pula dibedakan dari “bentuk” datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik).

Ragam Penelitian Menurut Pembentukan Ilmu

·                Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk.,1976:21)

Ragam Penelitian Menurut Paradigma Keilmuan
                    
Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu:
1.                  Positivisme
2.                  Rasionalisme
3.                  Fenomenologi

Penelitian Opini
Bila peneliti mencari pangdan atau persepsi oranh-prang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual).

Ragam Penelitian Menurut Strategi
·                Penelitian Opini
·                Penekitian Empiris
·                Penelitian Kearsipan
·                Penelitian Analitis

Penelitian Kearsipan
“Arsip” dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip yaitu: primer, sekunder dan fisik.

Penelitian Analitis
·           Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan.
·           Peneliti analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika.

Penelitian Menurut Para Pakar
1.      Hill Way. Diungkapkan dalam bukunya Introduction to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut.
2.      Parson. Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan dengan penelitian.
3.      Hadi Sutrisno. Mengungkapkan penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.
4.      Sukmadinata. Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses pengumpulan & analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
5.      Mohamad Ali. Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.
6.      Supadmoko. Penelitian merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.

Jenis-jenis Penelitian
1.     Jenis penelitian berdasarkan pendekatan
Penelitian adalah suatu proses mencari suatu kebenaran yang menghasilkan dalil atau hukum. Dalam hal lain bahwa penelitian merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Dalam permasalahan penelitian ini ada dua bentuk dalam teknik penelitian ini yaitu :
a). Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta, bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran objektif dan meggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan.
b). Penelitian Kualitatif
Penelitian dengan meggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non ilmiah yang datanya bersifat kualitatif. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah tetapi penelitian yang bersifat alamiah. Penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya.

2.     Jenis Penelitian Berdasarkan Fungsinya
Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek. Secara umum dan mendasar dapat dibedakan menjadi 3 macam penelitian :
a.    Penelitian Dasar       
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research), yaitu penelitian yang diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik.
Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian atau keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang atau serta hubungan-hubungan. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah praktis, jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah tersebut.

b.           Penelitian Terapan
Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera pada keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan yang baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.
Penelitian terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktek-praktek yang ada. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu dekat atau secepatnya, karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.

c.    Penelitian Evaluatif
  Penelitian evaluatif (Evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, tau lembaga.

3. Jenis-Jenisn Penelitian Berdasarkan Tujuannya
a.  Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apadanya.
b. Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (predictive research) ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Dapat dilakukan melalui studi kecenderungan dengan melihat perkembangan melalui jangka waktu tertentu, pada saat ini atau pada saat yang lalu dapat dilihat kecenderungannya pada masa yang akan datang.
c. Penelitian Improftif
Penelitian improftif (improvetive reasearch) ditujukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program.
d. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar suatu fenomena untuk variabel. Penelitian eksplanatif mencoba untuk mencarai hubungan antar hal tersebut. Hubungan tersebut bisa berbentuk hubungan korelasional atau saling hubungan, sumbangan atau kontribusi suatu variabel terhadap variabel lainnya.

4.    Jenis penelitian berdasarkan sudut pandang

a.       Penelitian Dasar
      Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami masalah secara mendalam guna mendapatkan konsep baru ataupun mengevaluasi dan mengembangkan konsep yang sudah ada sebelumnya. Penelitian ini tidak memiliki kepraktisan dan menghasilkan teoritik sebagai landasan bagi penelitian terapan. Dengan kata lain penelitian dasar ialah penelitian yang diarahkan sekedar untuk memahami sesuatu secara mendalam tanpa bermaksud untuk menerapkannya atau didasarkan semata-mata hanya untuk mngetahuinya saja.
    Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan hukum – hukum. Pengetahuan umum ini merupakan alat untuk memecahkan masalah – masalah praktis dan penelitian murni tidak dibayang – bayangi oleh pertimbangan penggunaan dari penemuan tersebut untuk masyarakat, perhatian utamanya adalah kesinambungan dari integritas dari ilmu dan filosofis. Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang belumnya belum pernah diketahui.

b.      Penelitian Terapan
      Yaitu diarahkan untuk mendapatkan informasi guna mendapat pemecahan masalah penelitian yang bersifat fungsional dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan praktis yang timbul ataupun menghasilkan suatu produk yang memiliki fungsi praktis lainnya. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.
      Dari penelitian ini diperoleh hasil berupa pemaparan, latar belakang suatu masalah dan saran-saran tindakan (action) sebagai implementasi dari kesimpulan- kesimpulan yang dirumuskan si peneliti. Deskripsi terapan dalam penelitian pada dasarnya bersifat menerangkan. Penelitian terapan merupakan kegiatan alamiah untuk mengungkapkan gejala alam dan gejala sosial dalam kehidupan yang dipandang perlu diperbaiki karena memiliki berbagai kelemahan dengan menggunakan metode yang sistematis, teratur, tertib dan dapat dipertanggung jawabkan.

Ragam atau Teknik-Teknik Penelitian Ditinjau Dari Bidang Ilmu
·         Pendidikan
Penelitian ditinjau dari bidang ilmu pendidikan merupakan Ragam penelitian ditinjau dari bidang ilmu terhadap pendidikan. Secara umum, ilmu-ilmu pendidikan dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai  “penelitian dasar” (basic research) dan penelitian dasar merupakan “penelitian murni” (penelitian yang berkaitan dengan “ilmu murni”, contohnya: Fisika teori). sedangkan penelitian terapan (applied research) menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan).
·         Agama
Penelitian ditinjau dari ilmu agama dapat dilakukan pada bentuk pengalaman dari ajaran agama tersebut, misalnya kita dapat meneliti tingkat keimanan dan ketaqwaan yang dianut masyarakat. Selain itu penelitian agama juga dapat dilakukan dalam upaya menggali ajaran-ajaran agama yang terdapat dalam kitab suci serta kemungkinan aplikasinya sesuai dengan perkembangan zaman.
·         Manajemen
Penelitian ilmu ditinjau dari ilmu manajemen merupakan suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
·         Komunikasi
Ilmu komunikasi merupakan penelitian ilmu yang dipahami melalui objek materi dan objek formal. Secara ontologis, Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view), yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi, Founding Father, Teori Komunikasi, Tradisi Ilmu Komunikasi, Komunikasi Manusia, dll.
·         Administrasi
Suatu proses penelitian yang dilakukan pada analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.
·         Keteknikan
Penelitian ditinjau dari ilmu keteknikan penelitian yang dilaksanakan dalam bidang Mikro,makro dan pembangunan.
·         Bahasa
Penelitian ditinjau dari ilmu bahasa merupakan penelitian tentang pengetahuan sesuatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu.
·         Hukum
Penelitian  ditinjau dari ilmu hukum adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang hukum, seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum tatanegara dan hukum internasional.
·         Sejarah
Yaitu penelitian ditinjau dari ilmu sejarah dan penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah masa lalu. Data penelitian dapat diperoleh dari data primer (orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu), atau data sekunder atau dukumentasi-dukumentasi waktu itu.
·         Antropologi
Penelitian ditinjau dari ilmu antropologi merupakan penelitian menggunakan pendekatan-pendekatan yang telah dikaji secara empiris. Isinya adalah pendekatan kebudayaan dalam agama yang dikaji secara eksplisit dan implisit.
·         Sosiologi
Penelitian ditinjau dari ilmu sosiologi merupakan penelitian dan penyelidikan sosiologi yang diperoleh untuk perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial.
·         Filsafat
Filsafat merupakan sebuah proses dan bukan merupakan sebuah produk, sebab filsafat berarti upaya manusia untuk memahami sesuatu secara sistematis, radikal dan kritis. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.
Jadi penilitian ditinjau dari ilmu filsafat yaitu : filsafat Ilmu merupakan cabang dari filsafat yang secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu untuk mencapai suatu kebenaran. Metodologi penelitian adalah berarti Ilmu tentang metode. Sedang penelitian adalah penelitian adalah kegiatan mencari dan mengumpulkan data kemudian mengolah, menganalisa dan mengkaji data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif.
Tujuan penelitian filsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya, jika kebenaran yang sebenarnya itu disusun secara sistematis, jadilah ia sistematika filsafat, sistematika filsafat itu biasanya terbagi atas tiga cabang besar filsafat yaitu: teori pengetahuan, teori hakekat dan teori nilai.
Isi filsafat ditentukan oleh obyek apa yang dipikirkan, obyek yang difikirkan oleh filosof ialah segala yang ada dan yang mungkin ada. Jadi filsafat sebagai suatu proses berfikir bebas, sistematis, radkal dan mencapai dataran makna yang mempunyai cabang ontology, epistemologi dan aksiologi.
Menurut Jujun S. Suria Sumantri filsafat Ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakekat Ilmu dan pengetahuan ilmiah. Sedangkan menurut tim Dosen filsafat Ilmu UGM, filsafat ilmu secara sistematis merupakan cabang dari rumpun kajian epistemologi. Epistemologi sendiri mempunyai dua cabang yaitu filsafat pengetahuan (theory of knowledge) dan filsafat Ilmu (theori of science) objek material filsafat pengetahuan yaitu gejala pengetahuan, sedang objek material filsafat yaitu mempelajari gejala-gejala Ilmu menurut sebab secara pokok.

Ragam atau Teknik Penelitian Ditinjau Dari Tempatnya
·         Penelitian Kepustakaan
Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku / majalah dan sumber data lainnya di dalam perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur, baik di perpustakaan maupun ditempat lainnya. Literatur yang dipergunakan tidak terbatas hanya pada buku ,tetapi juga berupa bahan-bahan dokumentasi, majalah, koran dan lain-lain. Berdasarkan sumber data tersebut, penelitian ini juga dapat disebut penelitian dokumentasi atau survey buku.
·         Penelitian Laboratorium
Adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat tertentu di dalam laboratorium yang biasanya bersifat eksperimen dimana dimungkinkan dilakukan pengontrolan terhadap pengaruh dari suatu faktor tertentu.
·         Penelitian Lapangan atau Penelitian Kancah (field research).
Adalah kegiatan penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, baik di lembaga-lebaga dan organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pemerintah, dengan jalan mendatangi rumah tangga, perusahaan dan tempat-tempat lainnya. Disamping itu juga, penelitian kancah dapat pula dilakukan terhadap objek-objek alam. Usaha pengumpulan datanya dilakukan langsung dengan cara wawancara dan observasi.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

UNSUR DASAR PENELITIAN
1. Konsep
Adalah :
-           Istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang dibentuk dengan
menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta-fakta yang diperoleh dari
pengamatan.
-           Generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk
menggambarkan berbagai fenomena yang sama ( Bungin, 2001:73 ).
-           Abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus ( Kerlinger,
1986:28 ).

2. Proposisi
Adalah Suatu pernyataan mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah melalui suatu fenomena yang diamati.

3. Teori
Adalah himpunan konstruk (konsep), definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.

4. Variabel
Adalah :
- Suatu konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan.
- Konsep tinggi rendah yang acuan-acuannya secara relatif mudah diidentifikasikan dan
   diobservasi serta mudah diklasifikasikan, diurut atau diukur ( Mayer, 1984:215 ).
- Bagian empiris dari sebuah konsep atau konstruk.
- Konsep dalam bentuk konkret atau konsep operasional.

5. Hipotesis
Adalah :
- Etimologis : hypo ( kurang ) - thesis ( pendapat )
- Pendapat / pernyataan yang masih belum tentu kebenarannya, masih harus diuji lebih
  dahulu dan bersifat sementara atau dugaan awal. Sering dikatakan sebagai “ Statement of
  theory in testable form “ atau “ Tentative statement about reality “ ( Champion, 1981:125 )
- Teori, proposisi yang belum terbukti, diterima secara tentatif untuk menjelaskan fakta-fakta  
  atau menyediakan dasar untuk melakukan investigasi dan menyatakan argumen (Webbster’s
  New World Dictionary, 1977 )
- Pernyataan yang menjembatani dunia teori yang dunia empiris.

6. Definisi Operasional
Adalah proses mengoperasionalisasikan konsep agar dapat diukur yang menghasilkan konstruk dan variabel beserta indikator-indikator pengukurannya. Mengoperasionalisasikan konsep dilakukan dengan menjelaskan konsep berdasarkan parameter atau indikator-indikatornya.


Sumber :