Rabu, 12 April 2017

Sejarah Memori dan Perkembangannya Sampai Saat Ini


      
  
 RAM : Random Access Memory - RAM atau Random Access Memory merupakan merupakan sebuah media penyimpanan data sementara pada komputer. RAM merupakan media penyimpanan yang bersifat volatile, ketika tidak ada pasokan arus listrik ke media tersebut maka data yang tersimpan akan hilang. Oleh karena itu setiap kali komputer akan dimatikan, data yang tersimpan di RAM akan disalin terlebih dahulu ke media penyimpanan permanen seperti harddisk yang tidak membutuhkan listrik untuk mempertahankan data yang tersimpan.

A.        SEJARAH MEMORY/RAM
            Dari awal mulanya sampai sekarang RAM telah banyak mengalami perubahan. Mulai dari bentuk, kapasitas, kecepatan dan teknologi pada RAM yang ada saat ini sudah jauh berbeda dengan RAM generasi awal. Berikut adalah sejarah perkembangan dari awal ditemukannya RAM.

1.    RAM
            Ditemukan pertama kali oleh Robert Dennard, di produksi besar-besaran pada tahun 1968, dan dari sinilah sejarah ram bermula. RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik). RAM generasi pertama ini menggunakan slot 30 pin pada motherboard.

2.     DRAM
            IBM menciptakan sebuah memory yang di namai DRAM pada tahun 1970, DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory, DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz. 


3.     FPM  DRAM 
            Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. FP RAM ini ditemukan sekitar tahun 1987. Memory ini digunakan oleh sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

4.     EDO DRAM EDO 
            DRAM (extended data output dynamic random access memory) diciptakan pada tahun 1995. Memory ini merupakan penyempurnaan dari FPM, EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan. Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal adalah sistem basis yang menggunakan EDO DRAM. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 72 pin.

5.     SDRAM
            Kingston menciptakan SDRAM pada peralihan tahun 1996-1997, modul ini dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya.
            Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya. Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 168 pin.

6.    DR RAM
            Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya!Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt.

7.     DDR SDRAM
            Pada tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memory SDRAM menjadi 2 kali lipat. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory. Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 184 pin.

8.     DDR2 SDRAM 
            Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu  digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 240 pin.

9.     DDR3 SDRAM 
            RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. DDR3 memiliki clock internal 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 200- 533 dan DDR sebesar 100-300 MHz. Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DDR3. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki jumlah pin yang sama dengan slot DDR2 SDRAM, tapi posisi notchnya berbeda sehingga seharusnya tidak bisa memasang modul DDR3 SDRAM pada slot DDR2. Hal ini sengaja dilakukan karena secara elektrikal modul DDR2 dengan DDR2 memiliki tegangan yang berbeda.

10.     SO-DIMM 
            Small Outline Dual In-Line Memory Module (SO-DIMM) merupakan jenis memory yang digunakan pada perangkat notebook. Bentuk fisiknya kira-kira setengah dari besar DDR biasa sehingga dapat lebih menghemat ruang yang tentunya  sangat berharga pada perangkat mobile seperti notebook. Perkembangan generasi SO-DIMM biasanya sejalan dengan perkembangan RAM untuk komputer desktop. Ketika DDR3 SDRAM diluncurkan dipasaran, DDR3 SO-DIMM juga ikut diluncurkan. Modul tersebut menggunakan slot yang memiliki 204 pin. Lebih sedikit daripada DDR3 SDRAM.

B.     TIMING RAM 
            Timing pada RAM merupakan ukuran waktu delay yang terjadi ketika prosesor berusaha mengakses data yang ada di RAM. Hal ini terjadi karena prosesor modern saat ini memiliki frekuensi kerja yang jauh lebih cepat dari pada RAM. Timing merupakan salah satu ukuran yang menentukan kecepatan sebuah modul RAM selain bandwidth. Semakin ketat timing RAM dan semakin besar bandwith maksimal yang bisa dicapai, maka semakin cepat kinerja dari RAM tersebut. 
        Namun tentu saja kedua aspek ini biasanya bertolak belakang, jika ingin mendapatkan timing yang ketat, kita harus menurunkan bandwidthnya agar komputer tetap stabil. Begitu pula sebaliknya, untuk mencapai bandwidth yang lebih tinggi, timing harus dibuat lebih longgar.Pada modul RAM modern saat ini, biasanya sudah disertakan Serial Presence Detect (SPD) yang berisi pengaturan timing RAM secara otomatis yang disarankan oleh produsennya pada frekuensi kerja tertentu. Namun pengguna komputer dapat mengaturnya secara manual melalui pengaturan yang ada di dalam BIOS. 
    Hal ini merupakan hal yang paling sering dilakukan pada saat mengoverclock RAM agar bisa dicapai bandwidth setinggi mungkin dengan timing seketat mungkin. Ada 5 jenis timing RAM yang paling sering diotak-atik oleh para overclocker karena memiliki dampak yang paling besar terhadap kinerja dan kestabilan, yaitu :

1.    CAS Latency (CL) 
            CAS Latency merupakan delay waktu yang terjadi ketika memory controller memerintahkan kepada RAM untuk mengakses suatu data yang terletak pada kolom dan baris tertentu sampai data tersebut mencapai pin yang ada pada modul RAM sehingga dapat langsung ditransfer ke prosesor.

2.     tRCD (Row Address to Column Address Delay Time) 
            tRCD merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk membuka baris memory dan mengakses kolom yang terdapat di dalamnya.

3.    tRP (Row Percharge Time) 
            tRP merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk precharge command sampai mengakses baris memory berikutnya.

4.     tRAS (Row Access Strobe Time) 
            tRAS merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan antara bank active command dan terjadinya precharge command. Biasanya besarnya merupakan jumlah dari CL+tRCD+tRP.

5.     Command Rate (CR)  
            Command Rate merupakan jumlah siklus clock yang dibutuhkan untuk menemukan barisan pertama data yang ingin dicari.Biasanya pada sebuah modul RAM, timing dituliskan dengan format CL-tRCD-tRP-tRAS CR. Misalnya sebuah modul ram DDR2 dengan kapasitas 2GB yang bekerja pada frekuensi 800MHz membutuhkan tegangan 1,8v dan mempunyai CL 5, tRCD 5, tRP 5, tRAS 15 dan CR 1T, pada spesifikasi modul ram tersebut akan dituliskan :
DDR-2 PC6400 2048MB 5-5-5-15 1T 1,8v
  
C.    DUAL-CHANNEL MEMORY 
            Teknologi dual-channel membuat jalur data dari RAM ke memory controller. Dual-channel menggunakan dua jalur 64-bit sehingga digabung menjadi 128-bit.Dual channel memory membutuhkan minimal dua modul SDRAM, DDR SDRAM, DDR2 SDRAM, maupun DDR3 SDRAM atau lebih. Modul memory tersebut dipasang pada slot yang ada di jalur data yang sama, biasanya pada motherboard, slot tersebut diberi warna sama dengan tujuan untuk memudahkan. Untuk menjalankan dual channel sebenarnya tidak diharuskan identik semuanya, namun bandwidth dan kompatibilatas akan maksimal jika modul yang digunakan identik. Identik di sini dimaksudkan bukan dalam hal merk, tapi dari jenis chip yang digunakan, serta kecepatan dan timingnya. 
            Perbedaan kapasitas masih bisa ditoleransi.Walaupun secara teori, dual-channel membuat jalur data RAM menjadi dua kali lipat, pada performa sebenarnya, biasanya hanya didapat kenaikan kinerja sistem sebesar 5% pada aplikasi yang menggunakan RAM secara intensif. Dual channel memory akan lebih dirasakan pada penggunaan kartu grafis terintegrasi karena mengambil buffer memory dari RAM utama. Kenaikan kinerja yang dirasakan sekitar 15%. Pada motherboard untuk processor intel, posisi slot RAM yang support dual-channel adalah yang selang-seling. Sedangkan pada motherboard untuk processor amd, slot RAM untuk konfigurasi dual-channel posisinya bersebelahan.

D.    TRIPLE-CHANNEL MEMORY 
            Saat Intel memperkenalkan prosesor terbarunya, Intel Core i7, produsen prosesor terbesar di dunia ini memasangkan teknologi triple-channel memory pada prosesor tersebut. Prinsip kerjanya sama mirip dengan dual-channel memory namun modul memory yang digunakan di sini adalah DDR3 SDRAM dan minimal menggunakan 3 buah modul. Jika yang dipasangkan hanya dua buah modul memory, akan otomatis dijalankan dual-channel memory saja. Klaim dari intel, dengan menggunakan DDR3 1066 pada mode triple-channel, secara teoritis dapat mencapai bandwidth 25,6 GB/s. Hal ini merupakan salah satu faktor mengapa prosesor Intel Core i7 sangat bertenaga pada aplikasi yang membutuhkan bandwidth memory yang besar seperti game. Ditambah lagi dimulai sejak Core i7, akses ke RAM langsung dari prosesor karena memory controller sudah ditanamkan langsung ke dalam prosesor, sehingga jalur data yang dilewati menjadi lebih pendek. 

            Teknologi ini diadopsi oleh Intel dari arsitektur sistem dengan prosesor AMD yang sudah lama menerapkannya. Pada prosesor Intel generasi sebelumnya, untuk mengakses RAM, prosesor harus melewati chipset northbridge terlebih dahulu karena memory controller ditanamkan di dalam chipset. Motherboard untuk Core i7 dan mendukung teknologi triple-channel memory yang tersedia saat ini hanya ada yang menggunakan chipset intel x58 dengan socket LGA-1366. Konfigurasinya masih tipikal motherboard intel sebelumnya, yaitu posisi slot selang seling namun kali ini tersedia 6 slot RAM sehingga dapat menampung hingga kapasitas 24GB.

E. PEMANFAATAN RAM LAINNYA 
            Pada sebuah komputer modern yang ada saat ini, kinerja sistem sangat terhambat oleh lambatnya kecepatan harddisk konvensional karena belum sepenuhnya menggunakan komponen elektronik. Untuk menyimpan data, harddisk menggunakan pringan magnetik yang diputar oleh motor elektrik. Baru-baru ini, sebuah perusahaan produsen produk-produk IT, Gigabyte, mengenalkan sebuah solusi untuk memperbaiki masalah ini. Produk tersebut diberi nama i-Ram, menggunakan maksimal 4 buah modul memory DDR SDRAM yang dipasangkan pada papan khusus menggunakan interface PCI. Memory ini dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan data secara permanen karena menggunakan baterai. Sehingga ketika komputer dimatikan, data yang masih tetap tersimpan. 
            Biasanya i-Ram ini digunakan untuk menginstal  sistem operasi sehingga dapat menghindari penggunaan harddisk untuk sistem utama yang kecepatannya masih sangat pelan dibanding kecepatan RAM yang digunakan. Sangat disayangkan produk tersebut saat ini sudah tidak diproduksi lagi karena kurang mendapat sambutan dari pasar. Padahal produk ini termasuk salah satu teknologi inovatif. Apalagi sekarang harga modul DDR2 SDRAM sudah sangat murah, dah limitasi bandwidth yang dimilik slot PCI bisa diselesaikan dengan menggunakan slot PCI-Express x1 yang memiliki bandwidth jauh lebih besar. Kemunculan genrasi awal solid state disk sebagai pengganti harddisk juga merupakan satu alasan mengapa produk ini dihentikan pengembangannya.

Sumber :

K3 Pada Perusahaan PT. Holcim Indonesia

Pabrik semen adalah pabrik yang tingkat potensi risiko kecelakaan kerja cukup tinggi bagi para karyawannya. Bagaimana manajemen pabrik semen mengimplementasikan konsep-konsep safety, untuk menekan tingkat kecelakaan kerja?

Holcim Menerapkan Safety Management
Di PT. Holcim, Komite K3 di perusahaan, ditugasi untuk proaktif mengajak karyawan untuk menjalankan ketentuan-ketentuan K3 dalam setiap aktivitas di perusahaan. Tiga bulan sekali diadakan kegiatan khusus guna mengkampanyekan K3, bukan hanya di lingkungan karyawan Holcim, tapi juga perusahaan-perusahaan kontraktor mitra kami.

Selain itu, di PT. Holcim Indonsia juga secara berkala diadakan Safety Talk bagi karyawan dan kontraktor yang bekerja di area operasional perusahan. Sementara di lingkungan internal secara rutin diadakankegiatan Safety Day, sebagai reminder bagi karyawan akan pentingnya keselamatan dalam melakukan aktivitas kerja seharihari.
Karenanya, kami mendapat berbagai penghargaan terkait K3, antara lain, Penghargaan Emas K3 yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja. Sebagai perusahaan besar dengan resiko operasional tinggi, Holcim Indonesia mampu memenuhi 86% dari 166 kriteria. Kami meraihnya dalam empat tahun berturut-turut, dan menjadi satu-satunya produsen semen yang meraih penghargaan ini.
Selain itu, penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, atas prestasi Zero Accident dan Implementasi OHS Management Systemterbaik selama pembangunan di tahun 2015, untuk proyek pembangunan pabrik Holcim di Tuban, Jawa Timur.
PT. Holcim Indonesia Tbk. yang sebelumnya dikenal dengan nama Semen Cibinong, adalah sebuah perusahaan publik Indonesia yang mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki Lafarge Holcim Group, Swiss, yang merupakan produsen semen terbesar di dunia dengan jumlah karyawan lebih dari 115,000 orang dan beroperasi di lebih dari 90 negara. Di Indonesia Holcim dengan mempekerjakan 2.500 karyawan, memproduksi 15 juta ton semen atau 17% dari total produksi semen nasional. Selain didistribusikan ke pasar domestik, produk Holcim juga diekspor ke Australia, Bangladesh, Afrika Selatan,dan Sri Lanka. 

K3 Pada Perusahaan PT. Adaro Indonesia


Perusahaan Indonesia yang merupakan produsen batu bara terbesar di belahan bumi selatan dan keempat terbesar di dunia. CEO Garibaldi Thohir (orang indonesia) memiliki kira-kira seperenam saham dari Adaro, senilai lebih dari $ 1 miliar. Tahun ini keuntungan bersih perusahaan ini membaik kembali setelah jatuh 47% tahun lalu menjadi $ 245.000.000 (pada penurunan 4% dalam pendapatan menjadi $ 2,7 miliar). Pada semester pertama tahun ini Adaro sudah mendapatkan keuntungan bersih mencapai $ 268 juta, naik 113% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik 36% menjadi $ 1,8 miliar.

Penerapan K3 di PT. Adaro Indonesia
PT. Adaro Indonesia secara konsisten melakukan upaya terbaik demi terciptanya lingkungan kerja yang aman. Kami percaya bahwa setiap kejadian, cidera dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan bisa dicegah.
Pada saat yang sama kami juga ingin selalu menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, yang berarti meminimalisasi dampak operasi perusahaan terhadap lahan yang ada dan merehabilitasinya secara komprehensif dan semaksimal mungkin.
Mulai tahun 2013, perusahaan menerapkan lima pilar berikut dalam pengelolaan Mutu, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan, atau yang dikenal dengan istilah Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE):
1)      Komitmen Kepemimpinan
Komitmen PT. Adaro Indonesia terhadap QHSE dimulai dari Direksi dan kemudian berlanjut ke seluruh jajaran organisasi. Walaupun target, batas waktu dan biaya merupakan hal yang penting, PT. Adaro Indonesia tidak akan pernah mengorbankan kesehatan dan keselamatan para karyawannya maupun lingkungan hidup.

                                          
2)      Fokus terhadap Pengendalian Risiko Utama
Operasi penambangan dengan skala sebesar dan serumit bisnis PT. Adaro Indonesia mengandung ribuan risiko QHSE, dan dengan sumber daya yang ada, perusahaan berfokus pada mitigasi risiko-risiko utama. Tim QHSE menelusuri setiap area kerja dan mengidentifikasi risiko-risiko utama yang terkandung dalam setiap tugas pekerjaan. Tim QHSE harus memastikan adanya pengendalian yang memadai dalam prosedur kerja dan pengawasan supaya upaya pencegahan kecelakaan dapat dimulai dari sumbernya.
Pada titik ini, perusahaan PT. Adaro Indonesia menerapkan Adaro Fatality Prevention Program (AFPP), dimana risiko-risiko utama yang terkandung dalam setiap aktivitas beserta pengendaliannya diidentifikasi dan dikaji. Hasilnya akan dipakai sebagai panduan untuk inspeksi dan evaluasi lapangan serta untuk memastikan bahwa tim sudah membuat rencana mitigasi risiko dengan benar.
Sejak program ini dimulai pada tahun 2013, perusahaan telah mengidentifikasi berbagai risiko QHSE dan ditemukan bahwa sepuluh risiko yang paling utama adalah: kesalahan pengoperasian peralatan bergerak, ledakan, isolasi energi (listrik, mekanik, dan termal), terjatuh, tenggelam dan kecelakaan pada saat mengangkat dan menarik beban yang besar dan berat.

3)      Pendidikan dan Pelatihan bagi Karyawan
Karyawan PT. Adaro Indonesia mencapai ribuan orang, yang semua terpapar terhadap risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Perusahaan merasa bertanggung jawab untuk mendidik dan melatih masing-masing dari mereka tentang cara bekerja yang aman dan sehat. Karyawan baru harus mengikuti program pengenalan keselamatan dan orientasi lapangan sebelum diberikan ijin untuk bekerja di dalam area proyek perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menyelenggarakan sesi pengenalan keselamatan bagi para pengunjung yang memasuki wilayah operasinya.

4)      Sistem Manajemen QHSE Terpadu
Untuk mengelola QHSE secara efektif di dalam kegiatan operasional, SIS terus mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen QHSE terpadu yang mengacu kepada standar internasional, misalnya ISO 9001, ISO 14001 and OHSAS 18001, di seluruh organisasinya.
Implementasi sistem manajemen ini menjamin bahwa setiap tugas dalam operasi perusahaan dilaksanakan secara konsisten menurut prosedur standar yang selaras dengan kebijakan perusahaan di samping mematuhi standar internasional.
Selama tahun ini, Divisi QHSE PT. Adaro Indonesia telah menyelesaikan pengembangan sistem manajemen terpadu untuk JPI dan peningkatan sistem manajemen air tambang di operasi AI. Perusahaan juga telah memulai implementasi sistem manajemen terpadu di MSW dan meningkatkan dan memperbaharui QHSE Management System dari Divisi Coal Processing and Barge Loading Adaro Indonesia.
Pada tahun 2014, audit QHSE terhadap sistem manajemen divisi AI tersebut telah mulai dilakukan. Temuan audit ditindaklanjuti dengan rencana tindakan perbaikan. Selain audit tersebut, PT. Adaro Indonesia melibatkan lembaga audit independen, yaitu SGS, untuk mengadakan audit pemantauan (surveillance audit) terhadap unit tersebut untuk mempertahankan sertifikasi sistem manajemen.
Satu aspek penting lainnya dari manajemen QHSE di AI adalah pembuatan “Adaropedia”, suatu sistem informasi berbasis internet yang menyimpan dan menampilkan data dan informasi pemantauan HSE.
5)      Penegakan Kebijakan dan Prosedur QHSE 
Seluruh karyawan PT. Adaro Indonesia harus menghormati dan mematuhi kebijakan dan prosedur QHSE. Para karyawan yang berkontribusi terhadap QHSE melebihi kewajibannya akan mendapat pengakuan dari perusahaan sedangkan karyawan yang melanggar peraturan QHSE akan diberikan sanksi. Perusahaan meyakini bahwa tanpa penegakan yang kuat, upaya untuk mencapai kinerja QHSE yang lebih baik tidak akan efektif.

K3 Pada Perusahaan PT. Petrokimia Gresik


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting dalam setiap pekerjaan yang dilakukan di PT. Petrokimia Gresik, agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat dan berbudaya K3. Komitmen ini  tercermin dalam penempatan “Keselamatan dan Kesehatan Kerja” di urutan pertama Budaya Perusahaan (5 Tata Nilai).
1.         Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasional.
2.         Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan pelanggan.
3.         Meningkatkan inovasi untuk memenangkan bisnis
4.         Mengutamakan integritas di atas segala hal.
5.         Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergistik. 
Sebagai  penerapan aspek utama dalam setiap pertimbangan pelaksanaan pekerjaan di PT Petrokimia Gresik, K3 tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian “Operation Excellence” yang menjadi cita-cita setiap perusahaan. Berbagai program kerja peningkatan digalakkan demi tercapainya “Health, Safety, Environmental (HSE) Excellence” sebagai faktor pendukung penerapan “Operation Excellence” di PT Petrokimia Gresik. 
Dengan profil jumlah pekerja di atas 3 ribu orang , luas area 450 ha, dan memiliki 21 plant per 2013, usaha pencapaian tujuan “HSE (Health, Safety, Environmental) Excellence” yang mendapat dukungan penuh dari  manajemen puncak ini menjadi program prioritas perusahaan. 
Komitmen Manajemen Puncak dalam hal penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja tertuang dalam integrasi sistem manajemen dalam bentuk  “Kebijakan Sistem Manajemen PT Petrokimia Gresik”, sebagaimana tercantum di bawah ini. 

Kebijakan Sistem Manajemen PT. Petrokimia Gresik
PT Petrokimia Gresik bertekad menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen dengan kinerja unggul dan berkelanjutan, melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara terintegrasi dengan komitmen :
1.      Menjamin kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk pupuk, produk kimia dan jasa tepat mutu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat tempat, tepatwaktu, dan tepat harga.
2.      Mencegah pencemaran lingkungan signifikan dengan mengendalikan emisi udara, limbah cair, limbah padat dan kebisingan serta menerapkan Reduce, Recycle, dan Reuse (3R).
3.      Mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta kerusakan sarana dan prasarana dengan mengendalikan potensi bahaya sehingga tercipta budaya dan sistem kerja yang aman.
4.      Mentaati dan mematuhi Peraturan Perundangan dan persyaratan lainnya yang berlaku; tanggap terhadap isu-isu K3, lingkungan global dan konservasi sumber daya alam; menerapkan Responsible Care dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Kebijaksanaan ini dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, rekanan, pemasok dan pemangku kepentingan lainnya untuk dipahami dan keefektifannya ditinjau secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.


Minggu, 26 Maret 2017

BIG DATA


Teknologi Big Data adalah manajemen aset informasi dengan volume tinggi, kecepatan tinggi dan kompleks yang membantu perusahaan mengelola data dengan biaya efektif dan mendorong inovasi pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan dan peningkatan pengetahuan atau wawasan. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun eksisting untuk memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Namun pengolahan data dengan ukuran dan kompleksitas besar tetap sekedar solusi teknologi kecuali jika dikaitkan dengan tujuan bisnis. Hal terpenting dari Big Data bukanlah sekedar kemampuan teknis untuk mengolah data melainkan manfaat yang dapat disadari oleh perusahaan dengan menggunakan Big Data Analytics Terminologi Big Data diyakini berasal dari perusahaan pencarian web yang mengolah data dengana gregasi yang terdistribusi sangat besar dan tidak terstruktur.

Sejarah Big Data
Istilah Big Data masih terbilang baru dan sering disebut sebagai tindakan pengumpulan dan penyimpanan informasi yang besar untuk analisis. Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya:
1)      Volume Organisasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin. Di masa lalu, aktivitas semacam ini menjadi masalah, namun dengan adanya teknologi baru (seperti Hadoop) bisa meredakan masalah ini.
2)      Kecepatan Aliran data harus ditangani dengan secara cepat dan tepat bisa melalui hardware maupun software. Teknologi hardware seperti tag RFID, sensor pintar lainnya juga dibutuhkan untuk menangani data yang real-time.
3)      Variasi Data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain.
Selain tiga bagian penting tersebut, para peneliti Big Data juga menambah bagian yang termasuk penting lainnya seperti variabilitas dan kompleksitas.
1)      Variabilitas 
Selain kecepatan pengumpulan data yang meningkat dan variasi data yang semakin beraneka ragam, arus data kadang tidak konsisten dalam periode tertentu. Salah satu contohnya adalah hal yang sedang tren di media sosial. Periodenya bisa harian, musiman, dipicu peristiwa dadakan dan lain-lain. Beban puncak data dapat menantang untuk analis Big Data, bahkan dengan data yang tidak terstruktur.
2)      Kompleksitas
Hari ini, data berasal dari berbagai sumber sehingga cukup sulit untuk menghubungkan, mencocokan, membersihkan dan mengubah data di seluruh sistem. Namun, Big Data sangat dibutuhkan untuk memiliki korelasi antar data, hierarki dan beberapa keterkaitan data lainnya atau data yang acak.

Pentignya Big Data     
Analisis Big Data membantu organisasi memanfaatkan data dan menggunakannya untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru. Yang pada gilirannya menyebabkan bisnis bergerak lebih cerdas dan cepat karena didukung oleh operasional yang lebih efisien, yang pada akhirnya mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dan pelanggan lebih senang tentunya.
Dalam laporan yang ditulis oleh Tom Davenport (Direktur Riset IIA) setelah ia mewawancarai lebih dari 50 usaha untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Big Data. Ia menemukan mereka mendapatkan manfaat penting sebagai berikut :
1)      Penghematan biaya, Teknologi analisis Big data seperti hadoop dan analisis berbasis cloud membawa pengurangan biaya yang signifikan dalam hal untuk menyimpan data set dalam jumlah besar, selain mereka dapat mengidentifikasi cara-cara yang lebih efisien dalam melakukan bisnis.
2)      Lebih cepat dan baik dalam pengambilan keputusan, dengan kecepatan teknologi big data seperti Hadoop dalam melakukan analisis dengan dikombinasikan dengan kemampuan untuk menganalisis berbagai macam sumber data baru, membuat bisnis mampu menganalisis informasi dengan cepat dan membuat keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut.
3)      Melahirkan produk dan pelayanan baru, dengan kemampuan mengukur kebutuhan dan kepuasan pelanggan mendatangkan keunggulan dari bisnis untuk menciptakan produk dan layanan baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.
Dengan 3 manfaat penting tersebut akan membantu bisnis mencapai tujuan/goal utama dalam meningkatkan keuntungan demi kemajuan bisnisnya.

Contoh Kasus Big Data
1)      Laporan dari TomTom menunjukkan Mexico City memiliki kemacetan paling parah di dunia, para pengemudi di sana harus menghabiskan 59 persen waktu perjalanan ekstra terjebak di dalam kemacetan yang dapat melonjak menjadi 103 persen di jam sibuk malam hari, dengan waktu perjalanan ekstra mencapai 219 persen per tahun.
Tapi video analitik modern yang memanfaatkan big data dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Dengan informasi lengkap yang dapat diberikan oleh big data, keputusan manajemen lalu lintas yang lebih efisien dapat diambil, dan ini bisa membuat jalanan kita lebih aman dan lebih mudah untuk dilewati. Dalam sebuah kasus studi baru, Intel memberi contoh kota Zhejing di Tiongkok yang menggunakan big data untuk mengurai kemacetan kotanya. Walaupun laporannya merujuk pada data dalam berbagai bentuk, aplikasinya dapat dinilai dalam kasus video data saja.
Ada tiga tantangan utama dalam hal ini—sistem manajemen lalu lintas harus memungkinkan manajemen terpusat dari lalu lintas data, mengoptimalan penggunaan data yang besar, dan meningkatkan arus lalu lintas di seluruh kota. Tapi dengan menggunakan pusat data yang tergabung dan sarana lain yang serupa, mengendalikan kemacetan bukan sesuatu yang mustahil.Dalam buku putih yang membahas topik serupa, Frost & Sulivan menjelaskan bagaimana video bisa menjadi keuntungan ketika mencoba mengelola lalu lintas. 
“Video intelijen juga dapat memperbaiki manajemen transportasi dengan memberikan manajer sistem visibilitas di seluruh kota dalam seluruh jaringan transportasi untuk meningkatkan respons insiden,” kata Brian Cotton dalam laporan tersebut. “Video intelijen juga dapat membantu personel mengevaluasi pola lalu lintas, mengelola transit publik secara dinamis, membantu mengurai kemacetan, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan para komuter.”  Dengan big data untuk mengelola lalu lintas, banyak sistem atau departemen dapat bekerja bersama untuk memproses informasi yang dikumpulkan melalui berbagai sensor berbeda. Hal ini akan membantu pihak berwenang mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola lalu lintas. 
2)  Contoh Lain Big Data, Berupa data yang berukuran hingga petabytes (1,024 terabytes) atau exabytes (1,024 petabytes), seperti milyaran hingga triliunan catatan personal orang yang semuanya berasal dari sumber berbeda seperti web, sales, customer service, social media, data mobile dan sebagainya. Data-data ini biasanya tidak terstruktur, sering tidak lengkap dan tidak dapat diakses. Pada saat berhadapan dengan kelompok data yang lebih besar, perusahaan menghadapi kesulitan membuat, memanipulasi dan mengelola Big Data. Big Data sesungguhnya masalah dalaman alisis bisnis karena tools dan prosedur standar tidak didesain untuk mencari dan menganalisa kumpulan data yang massive.

Sumber :
http://noviardisyamsuir.blogspot.co.id/2016/04/analisis-big-data.

Jumat, 01 April 2016

K3 pada PT.Kangean Energy Indonesia

1. Profil Perusahaan yang dituju (PT. Kangean Energy Indonesia)
Kangean Energy Indonesia Ltd merupakan industry yang bergerak di bidang gas bumi, produksi gas bumi sendiri dilakukan di pulau Pagerungan Besar yang secara administrasi masuk ke dalam pemerintahan Sumenep, Kangean Energy Indonesia memiliki beberapa struktur organisasi, salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas kebijakan K3 adalah departemen SHE (Safety Health and Environment). Departemen ini bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan para pekerja di lapangan dan bagaimana menjaga lingkungan sekitar. Departemen ini membuat aturan yang sangat sederhana yakni para pekerja tidak saling mencedarai, no accident, tidak ada pencurian material maupun produksi, dan dapat menjaga lingkungan sekitar. Seluruh stakeholder KEI, baik lokal maupun nonlokal diwajibkan mengikuti aturan SHE ini.
Beberapa program SHE yang berkaitan dengan K3 adalah:
a.       STOP
b.      Fire Brigade
c.       JSA (Job Safety Analysis)

· STOP ·
Dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja, Kangean Energy Indonesia Ltd. menggunakan program STOP. STOP adalah singkatan dari Safety Training Observation Program yaitu program pelatihan keselamatan kerja. Tujuannya adalah untuk menolong para pekerja dan karyawan dalam pencegahan kecelakaan kerja.
STOP didasari oleh prinsip – prinsip safety yang tertera pada penjelasan di bawah ini:
1.      Semua cidera dan penyakit akibat kerja dapat dicegah.
2.      Safety adalah tanggung jawab semua orang.
3.      Manajemen bertanggung jawab untuk mencegah kerja.
4.      Semua paparan kegiatan konstruksi dan operasi mempunyai resiko dan dapat dijaga keamanannya sampai batas tertentu.
5.      Audit manajemen merupakan keharusan.
6.      Melatih karyawan untuk bekerja secara aman merupakan hal penting.
7.      Mencegah cidera dan kecelakaan turut mendukung suksesnya bisnis.
8.      Mendorong keselamatan diri di luar tempat kerja untuk semua orang.

Penerapan program STOP di lapangan dilakukan dengan saling mengingatkan antara karyawan tentang safety dalam bekerja. Selain itu setiap karyawan diwajibkan untuk menulis segala aktivitas yang tidak sesuai dengan prinsip safety di selembar kartu yang dinamakan STOP CARD. Tindakan yang sesuai prinsip safety dalam bekerja pun akan mendapat apresiasi tinggi dari perusahaan.
Dalam setiap pekerjaan yang berada pada lingkungan kerja wajib menggunakan alat pengaman diri atau personal protection equipment. Alat pengaman diri yang standard digunakan antara lain:
1.      Coverall
2.      Safety Glasses
3.      Safety Helmet
4.      Safety Shoes
5.      Safety Hand Gloves
6.      Ear Plug
7.      Respirator atau SCBA (alat pelindung pernapasan)

2. Penyebab kecelakaan kerja di perusahaan (PT. Kangean Energy Indonesia)
1)      Kurangnya kesadaran.
Maksudnya adalah perusahaan telah menganjurkan pegawainya untuk memakai peralatan safety akan tetapi pegawainya tidak menghiraukan perintah tersebut.
2)      Kurangnya kepatuhan.
Maksudnya adalah perusahaan telah membuat berbagai macam aturan yang telah ditetapkan tetapi tidak dipatuhi oleh pegawainya sehingga menimbulkan penyebab kecelakaan kerja.
3)      Faktor manusia atau personal.
Misalnya kurang kemampuan fisik, mental dan psikologi serta kurangnya pengetahuan dan skill. Stres juga merupakan salah satu penyebab dari kecelakaan kerja dan yang terakhir mengenai latar belakang pendidikan. Orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung berpikir lebih panjang atau dalam memandang sesuatu pekerjaan akan melihat dari berbagai segi misalnya dari segi keamanan alat dan segi keamanan diri. Lain halnya dengan orang yang berpendidikan lebih rendah cenderung akan berpikir lebih pendek atau bisa dikatakan ceroboh dalam bertindak. Misalnya dalam melakukan pekerjaan yang sangat beresiko tetapi tidak menggunakan peralatan safety dengan benar. Hal ini tentunya sangat dapat menimbulkan kecelakaan kerja.
4)      Unsur material
Adanya bahan beracun atau mudah terbakar, serta adanya bahan yang mengandung korosif sehingga hal tersebut bisa menggangu sistem pernapasan dan penglihatan.

5. Saran mengenai K3
1)      Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan, karena sakit dan kelamatan kerja akan menimbulkan kerugian ekonomi (lost benefit) suatu perusahaan. Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola semaksimal mungkin bukan saja oleh tenaga kesehatan tetapi oleh seluruh masyarakat.

2)      Jaminan keselamatan karyawan yang sudah ada sekarang ini sebaiknya harus lebih ditingkatkan lagi, seperti jaminan kepada keluarga karyawan agar karyawan merasa nyaman, aman dan tenang dalam menjalankan pekerjaan guna mencapai produktivitas kerja karyawan yang efektif dan efisien.